Mattompang (Cara Membersihkan Badik/Kawali)




Kali ini kami akan menulis artikel tentang Cara membersihkan benda pusaka(badik/kawali), tentunya masih banyak dari kita semua yang belum terlalu paham tentang cara membersihkan badik atau dengan istilah mattompang, Matompang disini merupakan suatu ritual yang dilakukan dengan tujuan memelihara kesakralan badik/kawali. Cara matompang yang akan kami paparkan berikut ini merupakan salah satu cara yang diajarkan secara turun temurun. Berikut cara nya semoga bermanfaat. 
  • Siapkan badik/ kawali yang akan dibersihkan/ditompang
  • Siapkan jeruk nipis( pilih jenis jeruk nipis yang agak bulat jangan yang lonjong) 
  • Siapkan pengering( yang saya pakai serabut kulit ranting kelapa yang agak muda), juga bisa kain
  • Setelah semua alat dan bahan terkumpul, silahkan mulai proses pembersihan. 
  • Teteskan jeruk nipis pada bilah badik dengan tetesan ganjil dan dimulai dari ujung badik 
  • Setelah bilah badik ditetesi dengan jeruk nipis maka lakukan lah usapan satu kali jalan(tdk bolak balik cara mengusapnya) 
  • Setelah dilakukan beberapa kali usapan, kemudian keringkan badik yang sudah ditompang tadi, saya menggunakan serbuk kulit batang kelapa(cara nya bubuhi badik sampai tak terlihat dengan serbuk tadi) 
  • Setelah beberapa lama buka serbuk tersebut. Dan sekarang badik saudara sudah bersih. Sebaiknya pembersihan benda pusaka dilakukan pada malam jumat, agar terlihat lebih sakral 
Demikian yang dapat kami paparkan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.


Read More Add your Comment 1 komentar


INFO PENDAFTARAN ANGGOTA BARU



Pendaftaran calon warga baru UKM Seni To'do Limayya angkatan V




Read More Add your Comment 0 komentar


Malam Pentas Seni UKM Seni To'do Limayya 2013



















Read More Add your Comment 0 komentar


Mengenal Budaya dan Seni Sulawesi Selatan



Ke-ragaman suku, adat, dan budaya yang dimiliki Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai merupakan suatu kebanggan yang perlu tetap dijaga dan dilestarikan semua pihak di daerah ini. karenanya, semua warga diminta turut berpartisipasi menjaga dan melestarikan keragaman budaya daerah ini.


Mengenal budaya propinsi Sulawesi Selatan berarti mengenal adat kebudayaan yang ada di seluruh daerah Sulawesi Selatan.


Read More Add your Comment 0 komentar


Aru Bugis / Makassar



Aru Bugis / Makassar


Read More Add your Comment 3 komentar


Workshop Tari dan Musik di Kabupaten Pangkep



Kali ini teman-teman dari UKM Seni To'do Limayya mengikuti "workshop tari dan musik di kabupaten Pangkep", setelah sebelumnya mengikuti workshop yang sama di Kabupaten Maros. workshop yang diselenggaraka oleh Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Propinsi Sulawesi Selatan ini dalam rangka pembinaan dan pencanangan pelestarian buadaya lokal utamanya Musik dan Tari Tradisional.

Workshop Tari dan Musik kali ini menghadirkan Kaimuddin MBCK sebagai pemateri Musik dan Luni Suniwati pemateri Tari, kedua pemateri ini adalah orang-orang yang ahli dibidang masing-masing. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari siswa, mahasiswa, pelaku dan penggiata seni guru-guru dan Masyarakat lokal.


Read More Add your Comment 1 komentar


Badik / Kawali Bugis Makassar



Sebagai seorang lelaki berdarah etnis Bugis Makassar, menja pesan leluhur yang mengatakan, "Teyai Bura'ne punna tena na'malaki Badik" (Bahasa Makassar, yang artinya: Bukan seorang laki-laki kalau tidak memiliki Badik), "Taniya Ugi narekko de'na punnai kawali" (Bahasa Bugis, yang artinya: Bukan seorang Bugis kalau tidak memiliki badik), pesan adat yang mengingatkan bahwa badik bukan sekedar sebagai senjata tikam, melainkan juga melambangkan status, pribadi dan karakter pembawanya.

Badik / Kawali Gecong (Badik Raja)



Read More Add your Comment 6 komentar


 

© 2012 UKM Seni To'do Limayya PERTI YAPIM All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info